<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tumbuh</title>
	<atom:link href="http://tumbuh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tumbuh.wordpress.com</link>
	<description>blog Pertanian Indonesia. Sarana tukar informasi dunia Pertanian</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 05:18:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tumbuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tumbuh</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tumbuh.wordpress.com/osd.xml" title="tumbuh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tumbuh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BETERNAK KELINCI</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2010/09/06/beternak-kelinci/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2010/09/06/beternak-kelinci/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 10:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEWAN TERNAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Bagi penggemar kelinci diwilayah Semarang dan sekitarnya mungkin sudah taka sing dengan daerah Bandungan, Sumowono dan Limbangan. Daerah segitiga centra penghasil kelinci bibit unggul yang telah bertahun-tahun menyuplai kebutuhan kelinci hias maupun pedaging keberbagai daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Daerah lereng gunung Ungaran tersebut memang cocok untuk beternak kelinci karena berhawa sejuk. Sebut saja nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=210&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2010/09/kelinci-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-211" title="kelinci-2" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2010/09/kelinci-2.jpg?w=226&#038;h=172" alt="" width="226" height="172" /></a>Bagi penggemar kelinci diwilayah Semarang dan sekitarnya mungkin sudah taka sing dengan daerah Bandungan, Sumowono dan Limbangan. Daerah segitiga centra penghasil kelinci bibit unggul yang telah bertahun-tahun menyuplai kebutuhan kelinci hias maupun pedaging keberbagai daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Daerah lereng gunung Ungaran tersebut memang cocok untuk beternak kelinci karena berhawa sejuk.<span id="more-210"></span></p>
<p>Sebut saja nama Tugimin Kelinci, warga desa Serang Tambaksari Rt. 01 Rw. II Limbangan Boja ini menggantungkan hidupnya dari beternak sekaligus menjual kelinci. Dari hasil ternak dan jualan tersebut mampu menopang kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Saat <em>“kru Tumbuh” </em>datang ke kandang pak Tugimin yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya, sungguh sangat kagum dengan kecantikan dan keindahan berbagai kelinci yang ada. Kandang tertata rapi memanjang di area kebun.</p>
<p>Menurut pak Tugimin, kelinci harus dirawat dengan baik dan nyaman. <a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2010/09/kelinci.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-212" title="kelinci" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2010/09/kelinci.jpg?w=164&#038;h=170" alt="" width="164" height="170" /></a>Kandang harus bersih. Diantara kandang yang berjajar terlihat rumput dan sisasisa kubis yang dijemur dihamparan terpal.</p>
<p>“Makanan harus dilayukan dulu mas.. agar kelinci tidak mencret” demikian kata pak Tugimin sambil mengangkat seekor kelinci jenis angora yang berbulu indah.</p>
<p>Selain beternak, beliau juga rutin mendatangi pasar hewan diseputar Boja, Ambarawa, Bandungan, Kaliwungu bahkan Semarang. Bagi beliau jualan langsung kepasar banyak manfaatnya. Selain mengetahui perkembangan harga pasar, disan juga bias saling tukar informasi dengan sesame peternak, penggemar sampai pembeli.</p>
<p>Ada satu hal yang istimewa yang ada pada beliau. Setiap pembeli yang membeli kelinci pada pak Tugimin, beliau akan memberikan nomor HP untuk konsultasi tentang cara-cara merawat kelinci saat kelinci dirumah. Beliau memang tidak pelit soal informasi dan trik cara memelihara kelinci. Maka tak heran pelanggan yang dating kerumah beliau ataupun yang membeli dipasarpun sangat banyak</p>
<p>Memelihara kelinci memang sangat menggiurkan keuntungannya. Coba lihat…… dengan indukan seharga Rp. 100 ribu sampai Rp. 250 ribu, setahun mampu bunting sampai 5 kali, setiap beranak rata-rata 6-8 ekor. Harga dipeternak perpasangnya umur 3-4 minggu rata-rata untuk kelinci lokal dan Australia sekitar Rp. 30 ribu – Rp. 40 rb, sedang untuk  kelinci angora, rek, lyon antara Rp. 40 ribu sampai  50 ribu. Sedang untuk indukan local dan Australia seharga Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu, Sedang jenis  angora, rek, lyon antara Rp. 200 rb sampai 225 ribu.</p>
<p>Kalau dalam satu tahun indukan bias melahirkan minimal 6 ekor kali 5 kelahiran berarti sudah mempunyai anak kelinci sebanyak 30 ekor. Harga rata-rata perpasang Rp. 30 ribu kali 15 pasang, berarti dalam setahun sepasang kelinci bisa menghasilkan uang Rp. 450 ribu, tinggal dikurangi dana untuk pakan. Karena pakan di desa dengan kota tentunya berbeda.</p>
<p>Nah bila anda tertarik…… tentunya tidak hanya sepasang kelinci yang kita ternakkan, minimal mempunyai 10 pasang baru terasa hasilnya. Namun bila hanya sekedar hobi…. Maka cukup sepasang sampai tiga pasang sudah mampu menghilangkan penat seharian setelah bekerja dengan memandang dan bermain dengan kelincia anda. Atau bias juga anda hadiahkan bagi teman, kerabat atau putra putrid anda yang masih kecil. Bagi yang berminat untuk memelihara kelinci bias konsultasi pada alamat dibawah ini :</p>
<p>Pak Tugimin. Alamat di desa Serang Tambaksari Rt.01 Rw. 3 Limbangan Boja Nomor telphon 082133164432. Selamat mencoba</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=210&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2010/09/06/beternak-kelinci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2010/09/kelinci-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kelinci-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2010/09/kelinci.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">kelinci</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2009/09/28/cara-memelihara-anak-ayam-kampung/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2009/09/28/cara-memelihara-anak-ayam-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 06:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEWAN TERNAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG Menambah penghasilan sampingan buat keluarga  Ayam kampung saat lebaran seperti ini bak emas yang diburu setiap keluarga. Karena sudah lazim dinegeri ini,  lebaran akan terasa hambar bila tidak ada hidangan opor ayam sebagai pendamping ketupat dan lontong. Maka jangan heran bila saat ini seekor ayam jago yang besar bisa mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=191&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-192" title="anak ayam-2" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/09/anak-ayam-2.gif?w=450" alt="anak ayam-2"   />CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG</strong></p>
<p><strong><em>Menambah penghasilan sampingan buat keluarga</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p>Ayam kampung saat <em>lebaran</em> seperti ini bak emas yang diburu setiap keluarga. Karena sudah lazim dinegeri ini,  lebaran akan terasa hambar bila tidak ada hidangan opor ayam sebagai pendamping ketupat dan lontong. Maka jangan heran bila saat ini seekor ayam jago yang besar bisa mencapai harga sampai Rp. 150.000. Hal ini karena permintaan yang banyak sementara ketersediaan ayam kampung terbatas.<span id="more-191"></span></p>
<p><img class="size-full wp-image-193 alignright" title="anak_ayam" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/09/anak_ayam.jpg?w=450" alt="anak_ayam"   />Apakah anda tidak tertarik untuk menernakkan sendiri ayam kampung ?. Yah hitung-hitung buat persaiapan lebaran mendatang dan sekaligus agar sisa-sisa makanan kita tidak terbuang sia-sia  karena masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam-ayam kita tersebut.</p>
<p>Untuk tulisan kali sengaja kami suguhkan <strong><em>Trik dan cara memelihara anak ayam kampung</em></strong> secara sederhana.</p>
<p>Untuk persiapan belilah indukan ayam yang sehat dan berbadan bongsor. Minimal persiapkan dua ekor ayam betina dan seekor pejantan. Bila disekitar anda sudah banyak tetangga yang memelihara ayam, anda tidak memerlukan ayam pejantan. Kecuali bila menginginkan peranakan yang akan menetas nanti adalah ayam dengan bibit yang unggul, maka mutlak harus dipih selain betina unggul juga pejantan yang unggul dalam arti sehat, masih muda, berbulu mengkilap bagus dan bersih dan terakhir berbadan bongsor.</p>
<p>Setelah melalui proses kawin, bertelur dan menetas ada dua cara yang bisa dipilih, anak ayam diliarkan dan dibiarkan diasuh oleh induknya dengan pakan ala kadarnya dari sisa-sisa dapur kita dan selanjutnya induk ayam akan mengajak anak-anaknya mencari makan disekitar kita, atau kita pelihara dengan cara memisahkan dari induknya.</p>
<p>Dengan memisahkan dari induknya akan mendapat hasil yang lebih cepat. Karena induk ayam tidak harus mengasuh sampai berbulan-bulan.</p>
<p>Induk ayam akan segera kawin dan bertelur kembali dan tentunya akan segera menetas kembali.</p>
<p>Dibawah ini adalah cara-cara beternak dengan cara memisahkan anaka ayam dari induknya yang kami anjurkan dengan harapan hasil yang diperoleh akan lebih maksimal disbanding diliarkan.</p>
<p> </p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-194" title="anak ayam" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/09/anak-ayam.jpg?w=450" alt="anak ayam"   />PERSIAPAN</strong></p>
<p>Setelah anak ayam menetas, biarkan induknya mengerami sampai berumur 4 – 6 hari atau induk ayam mengajak keluar dari tarangan/ tempat mengeram , karena masa-masa ini anak ayam sangat rentan mati.</p>
<p>Pisahkan anak ayam dari induknya. Ambil anak ayam dan masukkan ke dalam kandang secara hati-hati agar tidak terjadi cidera pada kaki ayam</p>
<p><strong>KANDANG</strong></p>
<p>Kandang anak ayam terbuat dari kotak kayu. Untuk ­<span style="text-decoration:underline;">+</span> 10 ekor anak ayam buatlah kandang ukuran <span style="text-decoration:underline;">+</span>  1 m2. Kandang harus mempunyai lobang sirkulasi udara, agar saat siang hari sirkulasi udara bisa keluar masuk secara sempurna.</p>
<p>Pada alas kandang baik pula bila dikasih berambut (kulit padi) atau serutan kayu yang agak halus. Beri penutup agar tidak kehujanan. Usahakan agar kandang dalam keadaan kering dan bersih serta udara lancer keluar masuk.</p>
<p>Lubang sirkulasi udara harus lancar. Usahakan agar lubang-lubang tersebut tidak terlalu lebar dan aman tidak dimasuki predator seperti kucing, garangan, luwak tikus dan sebagainya</p>
<p>Sebagai penghangat tubuh pada malam hari agar anak ayam tidak mati kedinginan, mutlak disediakan penghangat berupa lampu 40 – 60W didalam kandang. Dengan adanya lampu tersebut, anak ayam akan mencari sendiri tempat yang paling nyaman dan hangat sesuai kebutuhan.</p>
<p><strong>PAKAN</strong></p>
<p>Makanan anak ayam pada minggu-minggu pertama adalah pakan jenis awal / permulaan  yang dapat dibeli toko-toko makanan ayam. Bila anda kesulitan mencarinya, anda bisa membeli makanan ayam di toko makanan burung berupa makanan jadi/ voor untuk anak ayam (biasanya penjual sudah tahu). Makan tersebut harus terjamin kesediaanya sampai anak ayam berusia 1-2 bulan.</p>
<p>Sediakan makanan  dibeberapa tempat, agar ayam bisa makan sewaktu-waktu tanpa berebutan. Usahakan makanan tidak terlalu penuh dalam satu wadah untuk menghindari diacak-acak dan tidak terinjak-injak. Ketersediaan air juga sangat penting. Untuk satu kandang cukup sediakan 1-2 tempat yang bisa dibeli di toko penjual makanan ayam atau burung.</p>
<p>Cek keadaan anak ayam setiap saat agar tidak mati karena kurang nyaman. Biasanya kalau tempat kurang nyaman atau lapar anak ayam akan menciak keras dan tak beraturan. Cek kelembaban kandang, kepanasan atau kedinginan, makanan, ataupun sirkulasi udara, apakah sudah nyaman atau belum. Bila anak ayam tenang dan bersuara / menciak dengan suara yang beraturan pertanda anak ayam nyaman dalam kandang.<br />
<!-- Start of TheBestLinks.com button code --><span id="tbl"><a href="http://www.thebestlinks.com/">Get subscribers</a></span>// <!-- End of TheBestLinks.com button code --></p>
<p><a href="http://www.buyblogreviews.com"><img src="http://www.buyblogreviews.com/sponsoredImages/sponsoredpost.gif" border="0" alt="BuyBlogReviews.com" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=191&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2009/09/28/cara-memelihara-anak-ayam-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>113</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/09/anak-ayam-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">anak ayam-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/09/anak_ayam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak_ayam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/09/anak-ayam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak ayam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.buyblogreviews.com/sponsoredImages/sponsoredpost.gif" medium="image">
			<media:title type="html">BuyBlogReviews.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PLANTERA FRUIT PARADISE</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2009/01/28/plantera-fruit-paradise/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2009/01/28/plantera-fruit-paradise/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 02:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[WISATA AGRO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[SURGA BUAH UNGGUL DI KEBUN NGEBRUK Jangan berpikir kalau durian montong besar dengan buah tebal dan pongge (biji) kecil itu buah impor dari negeri gajah Thailand. Saat ini hampir sebagian besar supermarket di kota-kota besar selalu tersedia buah durian montong setiap saat. Ini karena para pekebun buah unggul kini telah banyak tersebar hampir diseluruh bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=157&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<div class="mceTemp">SURGA BUAH UNGGUL DI KEBUN NGEBRUK</div>
</div>
<p><img class="size-full wp-image-158  alignleft" title="kebun-ngebruk-patean" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/kebun-ngebruk-patean.jpg?w=450" alt="Plantera Fruit Paradise"   />Jangan berpikir kalau durian montong besar dengan buah tebal dan pongge (biji) kecil itu buah impor dari negeri gajah Thailand. Saat ini hampir sebagian besar supermarket di kota-kota besar selalu tersedia buah durian montong setiap saat. Ini karena para pekebun buah unggul kini telah banyak tersebar hampir diseluruh bagian Nusantara dengan tekhnologi agro modern bisa membuahkan buah-buahan unggul agar dapat di panen sesuai waktu yang ditentukan.<span id="more-157"></span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-161" title="kebun-ngebruk-patean-copy" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/kebun-ngebruk-patean-copy.jpg?w=354&#038;h=307" alt="kebun-ngebruk-patean-copy" width="354" height="307" />Coba saja datang ke Plantera Fruit Paradise di kebun Ngebruk desa Sidokumpul kecamatan Patean kabupaten Kendal yang merupakan Mekarsarinya Jawa Tengah dan satu-satuunya kebun buah unggul di Indonesia. Disana Anda dan keluarga akan disuguhi tanaman buah unggul yang tak terbayangkan sebelumnya.</p>
<p>“Tumbuh” datang kesana berkat jasa baik Rektor IAIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. yang mengajak mengunjungi Plantera Fruit Paradise. Rektor yang sudah dua kali menghijaukan kampusnya dengan penanaman dua ribu pohon berupa jati emas, mahoni, durian, rambutan, kelengkeng dan ketapang hasil kerjasama dengan Perhutani dan Pemda Propinsi Jateng ini memang pecinta tanaman. Kesempatan emas tidak kami sia-siakan. Perjalanan selama satu jam lebih tak terasa, itu karena rombongan kami yang berangkat dari kampus IAIN Walisongo Semarang mengambil jalur potong kompas lewat Ngaliyan-Boja-Singorojo terasa sangat nyaman dengan pemandangan dan panorama pedesaan.</p>
<p>Begitu memasuki area parkir, hawa sejuk dilokasi perbukitan antara 400-600 dpl terasa di badan. Nuansa agro wisata modern begitu kental dipadu keramahan petugas.</p>
<p>Mas Unggul Suroso selaku Area Manager tersenyum manis menyambut kedatangan kami yang telah dinantikan. Rombongan langsung diajak memasuki Plantera Hall tempat informasi semua fasilitas yang ada selama berkunjung ke Agro Wisata Plantera Fruit Paradise. Selain petugas informasi yang ramah dan cantik juga photo-photo tanaman dan buah-buahan yang bisa dinikmati pengunjung. Mobil wisata warna-warni juga berderet di depan Plantera Hall siap mengantar pengunjung berkeliling kebun seluas 210 hektar.</p>
<div class="mceTemp">Untuk dapat berkeliling kebun pihak pengelola menyediakan mobil wisata.dengan harga tiket Rp. 25 ribu per orang dengan didampingi seorang gaet setiap mobilnya. Bagi yang ingin berkeliling dengan berjalan kaki sambil olah raga menikmati sejuknya hawa perbulitan sekaligus melihat dari dekat tanaman yang sedang berbuah, cukup hanya menyediakan kocek Rp. 10 ribu dengan didampingi seorang gaet setiap rombongan yang terdiri dari 5 orang..</div>
<div class="mceTemp">Dengan diantar oleh mas Unggul Suroso kami diajak berkeliling kebun. Tanaman kelengkeng adalah pilihan pertama kami. Menurut beliau kelengkeng yang ditanam di kebun Ngebruk merupakan kelengkeng pilihan dengan bibit unggul hasil penelitian dan silangan. Sebelumnya ribuan tanaman kelengkeng pingpong dan diamond telah ditanam. Setelah tumbuh selama 3 tahun tanaman kelengkeng yang tingginya antara 2,5 – 3 meter tersebut menghasilkan buah sangat lebat, besar dan manis namun mempunyai kekurangan berupa biji yang juga besar dan mempunyai kandungan air yang banyak. Pihak pengelola Plantera Fruit Paradise di kebun Ngebruk masih kurang marem dengan hasil tanamannya. Walau kelengkeng pingpong dan diamond telah teruji dan direkomendasikan oleh Departemen Pertanian dan terbukti menghasilkan buah yang sangat bagus, akhirnya tanaman yang telah panen tersebut diambil dan ditanam dalam pot-pot berupa drum untuk dijual bagi yang ingin menamnya baik didaerah rendah maupun tinggi.</div>
<p>Ribuan tanaman diganti dengan jenis baru berupa kelengkeng Itoh. Tanaman kelengkeng jenis ini memang belum umum dipasaran. Ini adalah hasil silangan, Tanaman tersebut sampai saat kami mengunjungi Plantera Fruit Paradise memang belum ada dipasaran. Karena masih dalam tahap uji coba dan penelitian.</p>
<p>Menurut Unggul Suroso Jenis kelengkeng Itoh mempunyai keunggulan dari rasa yang lebih legit, kisat airnya, berbiji kecil dan harum namun berbuah juga besar. Tanaman ini berbuah antara 2,5 – 3 tahun dengan ketinggian tanaman sekitar 3 meter. Syarat berbuah adalah pupuk yang cukup dan sinar matahari bisa menyinari secara langsung seharian.</p>
<p><img class="size-full wp-image-171  alignright" title="durian-montong-kebun-ngebruk-copy" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/durian-montong-kebun-ngebruk-copy.jpg?w=450" alt="walau setinggi 3 m tapi buah lebat"   />Yang tak kalah takjubnya adalah durian montong. Durian yang berumur tiga tahun dengan tinggi pohon setinggi 3 meter ini mempunyai buah yang sangat besar antara 5-7 kg dan banyak. Bahkan buahnya sampai menyentuh tanah. Semua tanaman durian montong berbuah antara 5 – 10 buah. Tiap blok berbeda tingkat kematangan buahnya. Blok yang pertama sedang berbunga, blok kedua, berbuah muda, ketiga buah telah dewasa dan hampir matang. Sedang blok lainnya siap panen. Ini memang disengaja agar panen bisa setiap saat. Bila tanaman model tradisional panen berdasarkan musim, di Plantera Fruit Paradise kebun Ngebruk panen setiap saat. Ini karena kebun dikelola secara professional. Setiap blok ditangani secara khusus oleh 15 orang tenaga lapangan yang bertanggung jawab secara penuh terhadap tanaman, mulai dari pembersihan gulma dan tanaman liar, pemberian pupuk, penyiraman, pemankasan, keamanan jumlah buah yang tumbuh hingga memetiknya. Dari 15 tenaga lapangan diberikan seorang konsultan pertanian khusus bua-buahan unggul, dari 10 kelompok yang berjumlah 150 tenaga lapangan ada seorang ahli yaitu Insinyur pertanian yang siap untuk memberikan bimbingan.</p>
<div id="attachment_172" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-172" title="Prof.Dr.H.Abdul Djamil,MA" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/dscn01811.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Prof.Dr.H.Abdul Djamil,MA mendapat penjelasan dari Area Manager Kebun Ngebruk" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Prof.Dr.H.Abdul Djamil,MA mendapat penjelasan dari Area Manager Kebun Ngebruk</p></div>
<p>Perjalanan keliling kebun sudah lebih dari 30 menit tapi tak terasa. Kabut halus menyapu bukit bukit yang menghijau penuh buah-buahan ranum. Kami berhenti kembali di sebuah gazebo besar di tengah kebun . Beberapa pengunjung turun dari mobil yang bergambar buah-buahan. Bagi yang ingin minum dan membeli buah-buahan juga disediakan di dalam gazebo tersebut. Selain untuk istirahat, gazebo ditengah kebun merupakan tempat menikmati buah yang telah dibeli dan dipetik secara langsung.</p>
<p>Dibelakang tempat istirahat terbentang luas kebun sirkaya new varita yaitu Sirkaya Grand Anona. Serkaya Plantera Fruit Paradise kebun Ngebruk ini mempunyai keunggulan berupa rasa yang khas, yaitu manis dan bau harum, berbiji sedikit dan besar. Bila sirkaya lokal hanya sebesar genggaman anak-anak, sedang di kebun Ngebruk sangat besar-besar, bahkan setiap buah beratnya rata-rata mencapai ¾ kg.</p>
<p>Tanaman buah naga juga tersedia, mulai dari yang berdaging merah</p>
<div id="attachment_173" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-173" title="kebun buah naga &quot;red dragon&quot;" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/dscn0179.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kabut tipis menyapu kebun buah naga" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kabut tipis menyapu kebun buah naga</p></div>
<p>maupun putih. Tentu saja buah yang ada mempunyai keunggulan tersendiri. Bagi yang tidak menyukai durian karena bau yang menusuk. Tanaman berupa buah unggul juga masih banyak tersedia. Mulai dari rambutan binjai dan rapiah yang terkenal sangat manis, jambu citra merah besar dan lain-lain. Sedang komoditi lain berupa semangka, melon kuning, sampai jagung manis yang bisa dipetik dan dibakar dikebun.</p>
<p>Setelah lelah berkeliling dengan mobil wisata, pengunjung masih dimanjakan dengan tersedianya Plantera Resto’n Shop yang menyediakan hidangan dan aneka minuman berupa jus buah segar. Buah-buahan pilihan hasil kebun juga tersedia, mulai dari durian montong yang besar dan harum, kelengkeng itoh yang legit, buah naga, rambutan, sirkaya, melon, semangka sampai jagung godok maupun bakar.</p>
<p>Bagi yang tertarik menanam buah-buahan unggul, pihak pengelola Plantera Fruit Paradise kebun Gebruk juga menyediakan bibit unggul berbagai tanaman buah-buahan. Sedang bibit yang menjadi andalan adalah bibit durian montong yang dibandrol Rp. 100 ribu / pohonnya.</p>
<div class="mceTemp">
<div id="attachment_175" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-175" title="gazebo kebun ngebruk" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/dscn01901.jpg?w=300&#038;h=225" alt="gazebo di tengah kebun, tempat yang sejuk untuk menikmati buah-buahan segar di alam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">gazebo di tengah kebun, tempat yang sejuk dan nyaman untuk menikmati buah-buahan segar di alam terbuka</p></div>
<p>Hampir 2,5 jam kami berkeliling dan menikmati indahnya panorama Plantera Fruit Paradise kebun Ngebruk di Patean Kebupaten Kendal. Saatnya kami harus berpisah. Ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada yth. Bapak Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. yang telah mengajak kru “tumbuh”, mas Unggul Suroso selaku Area Manager Plantera Fruit Paradise kebun Ngebruk Kendal.</p></div>
<p>Bagi anda yang ingin datang mengunjungi Mekarsarinya Jawa Tengah dengan tanaman berupa buah unggul terbesar dan satu-satunya di Indonesia silahkan datang di Plantera Fruit Paradise kebun Ngebruk di alamat Sidokumpul kecamatan Patean Kendal jawa Tengah konfirmasi : Woro 024- 70894716 dan Lusika 024-70894719</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=157&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2009/01/28/plantera-fruit-paradise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/kebun-ngebruk-patean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kebun-ngebruk-patean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/kebun-ngebruk-patean-copy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kebun-ngebruk-patean-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/durian-montong-kebun-ngebruk-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">durian-montong-kebun-ngebruk-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/dscn01811.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Prof.Dr.H.Abdul Djamil,MA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/dscn0179.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kebun buah naga &#34;red dragon&#34;</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2009/01/dscn01901.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gazebo kebun ngebruk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UPAYA ALTERNATIF MASYARAKAT SAMBIREJO MANFAATKAN LAHAN PEKARANGAN (“Bukan Kelinci Percobaan”)</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/10/29/upaya-alternatif-masyarakat-sambirejo-manfaatkan-lahan-pekarangan-%e2%80%9cbukan-kelinci-percobaan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/10/29/upaya-alternatif-masyarakat-sambirejo-manfaatkan-lahan-pekarangan-%e2%80%9cbukan-kelinci-percobaan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 03:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEWAN TERNAK]]></category>
		<category><![CDATA[HOBI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor : yunita http://www.alha-raka.org &#124; rini.mustofa.yunita@gmail.com     Usaha sampingan budidaya kelinci tengah dikembangkan oleh sebagian masyarakat di Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Usaha ini dilakukan untuk menjawab berbagai kebutuhan sehari-hari dalam situasi yang sulit sekarang ini. Selain untuk daging konsumsi, kelinci juga sedang digemari masyarakat sebagai binatang hias. Wilayah Desa Sambirejo merupakan kawasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=151&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><strong><span style="font-size:8pt;color:blue;line-height:140%;font-family:&quot;"><em>Kontributor :</em></span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;line-height:140%;font-family:&quot;"> </span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:blue;line-height:140%;font-family:&quot;"><a title="Sunting komentar" href="http://tumbuh.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&amp;c=201"><span style="text-decoration:none;border:windowtext 1pt;padding:0;">yunita</span></a></span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;line-height:140%;font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;color:red;line-height:140%;font-family:&quot;"><a href="http://www.alha-raka.org/"><span style="color:red;text-decoration:none;">http://www.alha-raka.org</span></a> | <a href="mailto:rini.mustofa.yunita@gmail.com"><span style="color:red;text-decoration:none;">rini.mustofa.yunita@gmail.com</span></a></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"> </p>
<p><span style="font-size:8pt;color:red;line-height:140%;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/10/kelinci_tumbuhwordpresscom1.jpg"><img class="size-full wp-image-153  alignleft" title="kelinci_tumbuhwordpresscom1" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/10/kelinci_tumbuhwordpresscom1.jpg?w=450" alt=""   /></a>Usaha sampingan budidaya kelinci tengah dikembangkan oleh sebagian masyarakat di Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Usaha ini dilakukan untuk menjawab berbagai kebutuhan sehari-hari dalam situasi yang sulit sekarang ini. Selain untuk daging konsumsi, kelinci juga sedang digemari masyarakat sebagai binatang hias.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Wilayah Desa Sambirejo merupakan kawasan yang dibagi menjadi empat dusun yakni; Sambirejo, Suwaloh, Bulusoban, Nambakan, dan Wonosari. Wilayah tersebut secara geografis terletak pada kilometer 20 arah timur dari pusat kota Kediri, tepatnya di sebelah barat satu kilo meter dari Pasar Bendo Pare. <span id="more-151"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Area persawahan merupakan kawasan terbesar di desa ini, dan sektor pertanian menjadi penghasilan utama bagi masyarakat umum. Namun secara teretori desa ini berbeda dengan beberapa desa lainnya, jalan raya propinsi membelah hampir separo wilayah tersebut, dan akses pendidikan, kesehatan serta transportasi telah cukup tersedia di desa ini. Media telekomukasi seperti telepon rumah, dan jasa cellular juga banyak tersedia di desa Sambirejo. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Meski demikian apakah akses tersebut secara nyata sudah dirasakan oleh warga Sambirejo? Pada kenyataannya problem mendasar yakni pendidikan mahal, kesehatan buruk, ekonomi dibawah rata-rata masih menjadi problem nyata terjadi di masyarakat empat dusun ini, belum lagi problem tenaga kerja (penganguran) menjadi permasalahan krusial bagi penduduk yang mayoritas adalah petani.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Terlebih pada saat ini, kenaikan BBM, mahalnya biaya listrik, dan kebutuhan lainnya, menjadi beban yang sangat berat dirasakan oleh masyarakat secara umum. Situasi ini akhirnya menumbuhkan ide mandiri dari masyarakat Sambirejo untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka sebagai modal usaha. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Beberapa orang warga desa diantaranya, Riyanto, Hadi, Pribadi dan Andik mencoba mengawalinya. Dimulai dengan acara kumpul-kumpul mereka membincangkan solusi alternatif dalam upaya mengembangkan usaha yang bermodal kekayaan alam desa yang sudah tersedia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Perbincangan antar warga itu dilakukan secara inten pada bulan Juli 2008. Pada waktu itu secara tidak sengaja mereka bertemu dalam acara ‘nonton bareng’ (sepak bola) saat piala dunia 2008. Kemudian acara berlanjut dalam diskusi-diskusi kecil yang diikuti oleh salah satu anggota Perkumpulan Alha-raka, Azis Alkhaf, sampai akhirnya mereka menyepakati untuk melakukan kegiatan ekonomi budidaya kelinci, dengan pertimbangan banyak lahan kosong di sekitar rumah mereka yang belum dimanfaatkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">“Kami memilih beternak kelinci karena binatang ini aman dikembangbiakkan disekitar rumah seperti layaknya beternak ayam atau kambing. Lain itu juga untuk memanfaatkan lahan sekitar rumah secara lebih maksimal,” kata Riyanto, salah satu warga yang memulai usaha pengembangbiakan kelinci.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Budidaya kelinci kiranya menjadi pilihan yang tepat karena secara geografis di desa Sambirejo dengan area pertaniannya yang luas terutama sawah sangat mendukung kebutuhan makanan bagi kelinci. “Memelihara kelinci merupakan salah satu usaha sampingan untuk menambah penghasilan. Daging kelinci sudah cukup dikenal oleh masyarakat sebagai konsumsi daging alternatif. Untuk binatang peliharaan, kelinci jenis hias saat ini sedang ngetren dimasyarakat dan harganya lumayan bagus. Selain itu pemeliharaan kelinci juga sangat mudah, dan untuk makanannya cukup banyak tersedia di sawah,” ujar Riyanto. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Pekerjaan Itu Tersedia di Sekitar Rumah<br />
Untuk usaha ini modal yang dibutuhkan adalah lahan, persediaaan pakan (rumput), kandang yang nyaman, dan bibit. Permodalan ini tidak membutuhkan dana yang banyak dan terjangkau secara mandiri. “Untuk permodalanannya, usaha ini bisa diupayakan sendiri, terutama untuk lahan dan kandang. Biasanya kami membangun kandang tradisional di belakang atau samping rumah dari bahan bambu, atau bisa menggunakan kandang yang sudah ada bekas kandang ayam yang perlu pembenahan sedikit disesuaikan untuk kelinci. Dana untuk pengadaan bibit cukup dengan hanya Rp.200 ribu sampai Rp.1 juta. Harga per ekor dewasa mulai dari 50-100, dan untuk kelinci hias harganya fluktuatif. Minimal harus ada dua pasang kelinci jantan dan betina yang sudah dewasa yang dijadikan bibit modal (indukan) untuk kemudian dikembangkan,” kata Andik, warga Sambirejo yang cukup kreatif dalam memaksimalkan lahan sekitar rumah. </span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">“Pada setiap empat puluh hari kelinci yang sudah dewasa itu mulai beranak, terus menerus sampai mereka tua dan tidak produktif lagi. Singkatnya kelinci merupakan jenis ternak yang sangat mudah berkembangbiak, sedangkan masalah pemeliharaan yang menjadi kendala adalah jenis penyakit kulit (kudis) yang obatnya dengan mudah bisa diperoleh di toko-toko obat sehingga masalah ini bisa di tangani secara mandiri oleh para peternak kelinci pada umumnya,” tambah Andik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Yang menarik dari apa yang diupayakan oleh sebagian masyarakat di Sambirejo, menurut Andik, ternyata pekerjaan bagi masyarakat desa khususnya yang tidak bermodal ijazah dan pendidikan tinggi, adalah sesuatu yang berasal dari lingkungannya. Yaitu sesuatu yang adanya tidak jauh dari rumah dan bisa diciptakan sendiri. Makanya selain mengembangkan ternak kelinci, Andik juga membudidayakan pembibitan lele.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Akan Membangun Kelompok Usaha<br />
Sementara ini, di Desa Sambirejo belum banyak yang memilih budidaya kelinci, namun untuk kedepan usaha ini akan dikembangkan menjadi usaha kelompok. Analisa pasar sementara daging kelinci dijual untuk kebutuhan komsumsi daging, melihat harga daging sapi, ayam, kambing yang terus naik dan ikan laut yang juga mahal. Daging kelinci ini bisa dikomsumsi secara langsung oleh keluarga sebagai kebutuhan daging alternatif, yang mana biasanya di olah sebagai menu sate, pengganti daging kambing dan tidak berkolesterol tinggi. Apalagi ada sugesti sebagian masyarakat bahwa daging kelinci berkasiat untuk obat kuat. Selain itu, kelinci bisa di jual sebagai hewan hias. Pemasarannya dilakukan di lokal Kediri maupun luar kota, seperti Malang, Pasuruan, Surabaya dan beberapa kota lain di pulau Jawa. </span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Beberapa hal itu menjadi peluang bagus untuk segment pasar daging kelinci, dan dari latar belakang inilah beberapa warga Desa Sambirejo hari ini mengembangkannya. Budidaya ini sudah berjalan kira-kira empat bulanan, dan ada lima peternak secara serius menggeluti usaha ini. Mereka sudah menjalani rutinitas penjualan dan distribusi ke pasar lokal utamanya di Pare dan Kediri. Dan kawasan tersebut (Desa Sambirejo) juga sudah sering didatangi para pedagang dari luar daerah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">“Jadi tidak usah jauh-jauh dan kesulitan mencari pembeli, tetapi para pedagang sudah pada berdatangan, tinggal bagaimana nantinya mengatur ritme pola penjualan, dan bagaimana pula dalam jangka panjang budidaya ini akan terwadahi dalam sebuah mekanisme usaha kelompok. Dalam bayangan kita bagaimana mengemas kelinci pedaging sebagai alernatif daging murah, dan kelinci hias sebagai andalan karya desa Sambirejo. Kami melihat pasar kelinci diluar kota bagus terutama untuk kelinci hias. Selain itu ternyata kulit kelinci bisa digunakan untuk bahan dasar kerajinan kulit seperti dompet, aksesoris dan lain-lain. Ini barangkali impian dari kami, bahwa usaha pendukung ini kedepan akan terwadahi dalam sebuah kelompok tani atau paguyuban warga,” kata Hadi, salah satu peternak kelinci.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">“Hal ini sudah muncul dari beberapa pemikiran orang-orang yang sekarang sedang membudidayakan kelinci. Karena menurut kami, tanpa terwadahi dalam sebuah organisasi, sepertinya sulit untuk berkembang. Dengan organisasi itu nanti bagaimana kami bisa membangun akses jaringan, permodalan dan pasar,” kata Riyanto menegaskan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Beberapa dari mereka juga melihat bagaimana kelompok pemuda PADASUA (Paguyuban Pemuda Sumber Alami) yang ada di Dusun Sumberejo Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, yang berada di sebelah desa mereka bisa berkembang juga karena adanya wadah organisasi. Bahkan tidak hanya soal usaha tapi juga bagaimana mengembangkan potensi lain melalui organisasi lokal yang ada . </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Pribadi, salah satu warga asal Sumberejo Jambu yang sekarang bertempat tinggal di Sambirejo karena menikah dengan perempuan desa tersebut, juga mempunyai harapan yang sama agar Desa Sambirejo seperti desa asalnya. “saya berharap di desa tempat tinggal saya sekarang juga ada sebuah wadah untuk mengembangkan usaha yang salah satunya diawali dari budidaya kelinci. Dan nantinya Sambirejo diharapkan bisa lebih maju dan berkembang karena ada banyak sekali potensi alam yang masih belum dikembangkan. Ya paling tidak nantinya bisa seperti desa Sumberejo Jambu yang maju dan berkembang karen ada organisasi,” ujarnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"><span style="font-size:8pt;line-height:140%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">“Ini bukan sekadar usaha coba-coba karena kami yakin prospek kedepan cukup bagus. Masyarakat semakin lama akan terbiasa mengkonsumsi daging kelinci sebagai sate bahkan mungkin sebagai lauk pauk sehari-hari. Ini sangat mungkin karena daging kelinci juga tidak kalah lezatnya dan juga bergizi,” tutur Riyanto meyakinkan. (Azis Alkaf)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin:0 0 0 5.05pt;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=151&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/10/29/upaya-alternatif-masyarakat-sambirejo-manfaatkan-lahan-pekarangan-%e2%80%9cbukan-kelinci-percobaan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/10/kelinci_tumbuhwordpresscom1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelinci_tumbuhwordpresscom1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIP MEMELIHARA ADENIUM</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/15/tip-memelihara-adenium/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/15/tip-memelihara-adenium/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 01:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[TANAMAN HIAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan sumbangan dari :  yan &#124; http://yansgallery.110mb.com &#124; yansgallery@gmail.com &#124;  tips, sebelum pembusukan terjadi, lakukan langkah-langkah berikut: -adenium setidaknya terkena sinar matahari langsung di atas jam 9 pagi sampai jam 5 sore (8 jam). jika sebelumnya adnium anda sering di tempat teduh, jangan langsung di bawa ketempat sinar matahari langsung, hal ini dapat menyebabkan adenium menjadi kisut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=146&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Verdana;">Tulisan sumbangan dari</span></em><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Verdana;"> : <a title="Sunting komentar" href="http://tumbuh.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&amp;c=175"><strong><span style="font-family:Verdana;"> yan</span></strong></a><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong>|<strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong><a href="http://yansgallery.110mb.com/">http://yansgallery.110mb.com</a> | <a href="http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/adenium.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-149" title="adenium" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/adenium.jpg?w=178&#038;h=218" alt="" width="178" height="218" /></a><a href="mailto:yansgallery@gmail.com">yansgallery@gmail.com</a> |</span></p>
<p> tips, sebelum pembusukan terjadi, lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<p>-adenium setidaknya terkena sinar matahari langsung di atas jam 9 pagi sampai jam 5 sore (8 jam). jika sebelumnya adnium anda sering di tempat teduh, jangan langsung di bawa ketempat sinar matahari langsung, hal ini dapat menyebabkan adenium menjadi kisut, dan akhirnya pada pembusukan akar. lakukan perpindahan yang bertahap, misalnya pertama kena sinar 5 jam, berikutnya 6 jam, dan seterusnya…<span id="more-146"></span></p>
<p><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/adenium-busuk-akar1.jpg"><img class="size-full wp-image-148 alignleft" title="adenium-busuk-akar1" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/adenium-busuk-akar1.jpg?w=450" alt=""   /></a>-jangan terlalu banyak menggunakan pupuk yang terbuat dari bahan kimia, karena akar adenium sangat sensitif, gunakan pupuk kandang seperti pupuk sapi. (gratis tapi ga gratisan alias ga murahan)</p>
<p>-sirami pada jam 5 sore keatas, karena jika pagi hari, air yang menempel pada tanaman adenium akan panas, karena daun adenium sangat sensitif sekali. lakukan penyiraman jika media tanaman benar-benar kering. jangan sampai kebanjiran. yang penting media tanamnya basah…</p>
<p>-sebaiknya adenium ditaruh di tempat terbuka dan berangin, bisa di atas atap, he he he… hal ini dapat mengatasi kerepotan kita pada saat musim hujan. jika kehujanan, angin akan membantu adenium untuk cepat kering</p>
<p>semoga bisa membantu, mungkin ada tambahan dari teman2 yang lain…<br />
terima kasih</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tumbuh.wordpress.com/146/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tumbuh.wordpress.com/146/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=146&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/15/tip-memelihara-adenium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/adenium.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">adenium</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/adenium-busuk-akar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adenium-busuk-akar1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CIPLUKAN</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/10/ciplukan/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/10/ciplukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 06:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[TANAMAN OBAT]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Khasanah pengobatan alamiah Indonesia sebenarnya sangat luas. Lihat saja, ompon-empon yang ada disekitar kitasaja sudah berapa ratus jenis tanaman yang bisa kita manfaatkan sebagai pengobatan yang mumpuni.  Kali ini kami akan mencoba menyajikan tanaman liar yang ada disekitar kita yang terlupakan. Bila kita pergi ke kebun, tegalan, sawah atau disekitar rumah kita yang banyak tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=140&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">Khasanah pengobatan alamiah Indonesia sebenarnya sangat luas. Lihat saja, ompon-empon yang ada disekitar kitasaja sudah berapa ratus jenis tanaman yang bisa kita manfaatkan sebagai pengobatan yang mumpuni.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><span id="more-140"></span> <span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/ciplukan.jpg"><img class="size-full wp-image-141 alignleft" title="ciplukan" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/ciplukan.jpg?w=450" alt=""   /></a></span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">Kali ini kami akan mencoba menyajikan tanaman liar yang ada disekitar kita yang terlupakan. Bila kita pergi ke kebun, tegalan, sawah atau disekitar rumah kita yang banyak tumbuh semak belukar, coba cari apakah ada tanaman berbuah kecil yang dilapisi oleh serat halus. Tentu masih ingat akan ciplukan. </span><span style="font-size:10pt;color:#0000ff;font-family:Arial;">Ciplukan (<em>Physalis peruviana, Linn</em>)</span><span style="font-size:7pt;color:#993300;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">di Indonesia khususnya Jawa adalah tumbuhan perdu yang tumbuh liar. Dengan bunga warna kuning dan buah bulat warna hijau dan berubah menjadi coklat bila telah masak mempunyai rasa yang khas, yaitu manis agak masam.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">Herba yang berumur pendek ini ternyata luar biasa khasiatnya, selain buahnya yang<span>  </span>menjadi favorit anak-anak, ternyata seluruh bagian tanaman baik daun, batang hingga akar dapat dijadikan herbal berbagai penyakit gawat. Mulai dari penyakit dalam </span><span style="font-size:10pt;color:#0000ff;font-family:Arial;">paru-paru, diabetes mellitus, luka luar, infeksi kulit, koreng/ borok hingga hingga ephilepsi</span><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">Tanaman ciplukan juga mengandung senyawa yang aktif melawan ganasnya tumor, kandungannya sangat bagus karena terdiri dari kandungan Asam Malat, Alkaloid, Gula, Tanin, Kriptoxantin, dan Vitamin C.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">Untuk memanfaatkan sebagai pengobatan herbal adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">1. Sakit paru-paru</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><span>    </span>Tanaman ciplukan dewasa dibersihkan dan direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih , <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><span>    </span>Minum sehari 3x (pagi,siang,malam)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">2. Diabetes Mellitus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><span>    </span>Tanaman ciplukan dewasa dibersihkan dan layukan. Rebus dengan 3 gelas air sampai </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;"><span>    </span>mendidih hingga dan menyusut tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum setiap pagi hari</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#993300;font-family:Arial;">Anda tertarik memanfaatkan, Silahkan mencoba. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tumbuh.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tumbuh.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=140&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/09/10/ciplukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/09/ciplukan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ciplukan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMELIHARA AYAM KAMPUNG</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/04/14/memelihara-ayam-kampung/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/04/14/memelihara-ayam-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 07:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEWAN TERNAK]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[MANFAAT  MEMELIHARA AYAM KAMPUNG Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing. Sejak kecil kita setiap hari bisa melihatnya. Walau saat ini ayam kampung dikota-kota besar sudah jarang terlihat berkeliaran bebas, bukan berarti keberadaannya punah. Di pinggiran kota masih banyak orang memelihara ayam kampung. Baik dibudidayakan secara sungguh-sungguh maupun hanya sekedar peliharaan untuk memanfaatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=138&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg"></a>MANFAAT  MEMELIHARA AYAM KAMPUNG</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg"></a></span></span><img class="alignleft size-full wp-image-188" title="ayam jago" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/04/ayam-jago1.jpg?w=450" alt="ayam jago"   />Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing. Sejak kecil kita setiap hari bisa melihatnya. Walau saat ini ayam kampung dikota-kota besar sudah jarang terlihat berkeliaran bebas, bukan berarti keberadaannya punah. Di pinggiran kota masih banyak orang memelihara ayam kampung. Baik dibudidayakan secara sungguh-sungguh maupun hanya sekedar peliharaan untuk memanfaatkan sisa-sisa makanan yang <em>eman-eman </em>kalau<em> </em>dibuang begitu saja. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg"></a></span>Ayam kampung mempunyai nilai gizi yang baik. Selain itu juga mempunyai rasa yang lebih khas dan nikmat dibanding dengan jenis ayam pedaging maupun petelur. Serat yang liat dan kenyal menjadi ciri utamaya. Bahkan setiap lebaran ayam kampung identik dengan makanan yang harus diada-adakan.<span id="more-138"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Ayam kampung mempunyai keistimewaan dibanding yang lain, diantaranya : Ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit. Tahan dan mudah menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia. Makanannya mudah, bahkan bila di pelihara ala kadarnya cukup diberi makanan sisa-sisa. Dapat dilepas secara bebas.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Tujuan utama orang memlihara ayam kampung adalah untuk diambil telur, daging, dan untuk dikembang biakkan. Ayam kampung  juga siap membesarkan anak-anaknya sendiri bila dilepas bebas.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Ada dua cara memelihara ayam kampung, yaitu dipelihara dengan dilepas bebas atau istilahnya diliarkan dan yang kedua dibudidayakan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya mempunyai tingkat kekebalan yang tinggi. Kita bisa menghemat biaya makanan. Karena ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya. Selebihnya ayam akan mencari makan sendiri disekitar rumah. Namun cara ini juga ada kelemahannya. Ayam lambat untuk berkembang lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktifitas. Kita kurang bisa mengontrol keberadaan ayam. Sehingga kemungkinan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Sedang bila kita membudidayakan dengan cara dikandangkan tentu lebih banyak keunggulanya. Walau tentu masih juga ada kekurangannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Ayam yang dikandangkan lebih mudah dikontrol keberadaannya. Kita bisa mempercepat populasinya dengan cara setiap ayam yang bertelur kita ambil dan kumpulkan untuk ditetaskan secara bersama dalam satu indukan atau mesin penetas. Anak ayam tidak harus ikt induknya. Namun dapat dipisah dan ditempatkan dengan pemberian panas cahaya listrik (untuk penghangat) dan makanan yang sesuai. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Untuk uraian dan trik singkat memelihara ayam kampung akan dibahas pada bagian lain.</span></p>
<p><a href="http://www.buyblogreviews.com"><img src="http://www.buyblogreviews.com/sponsoredImages/sponsoredpost.gif" border="0" alt="BuyBlogReviews.com" /> </a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tumbuh.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tumbuh.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=138&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/04/14/memelihara-ayam-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/04/ayam-jago1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayam jago</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.buyblogreviews.com/sponsoredImages/sponsoredpost.gif" medium="image">
			<media:title type="html">BuyBlogReviews.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KANTONG SEMAR</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/26/kantong-semar/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/26/kantong-semar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 05:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[TANAMAN HIAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Nepenthes adalah tanaman unik. Tanaman karnivora ini termasuk tanaman langka  ang dilindungi, hal tersebut dikarenakan Nepenthes/ kantong semar semakin langka karena adanya pembukaan hutan dan banyaknya orang yang memburu keberadaannya, tanpa mencoba untuk melestarikannya. Di Indonesia banyak sebutan diberikan pada tanaman karnivora ini, ada yang menyebut kantong semar, periuk monyet, kantong beruk, ketakung, sorok raja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=116&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></a><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a></span></span>Nepenthes adalah tanaman unik. Tanaman karnivora ini termasuk tanaman langka  ang dilindungi, hal tersebut dikarenakan Nepenthes/ kantong semar semakin langka karena adanya pembukaan hutan dan banyaknya orang yang memburu keberadaannya, tanpa mencoba untuk melestarikannya.</span></p>
<p style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span id="more-116"></span></span></p>
<p style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></a><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"><img align="left" width="131" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.thumbnail.jpg?w=131&#038;h=191" alt="kantong-semar-1.jpg" height="191" style="width:196px;height:254px;" /></a></span></span></span>Di Indonesia banyak sebutan diberikan pada tanaman karnivora ini, ada yang menyebut kantong semar, periuk monyet, kantong beruk, ketakung, sorok raja mantra dan masih banyak lagi. Tanaman merambat ini hidup di tanah-tanah lembap yang sedikit nutrisi makanan/ <span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></a></span>miskin hara. Namun ada juga yang menempel pada tanaman <span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></p>
<div align="right" style="text-align:center;"></div>
<p></a></span></span>inang (epifit). </span>
</p>
<p style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></a></span>Keindahan tanaman ini dapat dilihat dari Kantongnya yang merupakan ujung daun yang berbentuk kantong dan berfungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya.</span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><img align="right" width="137" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.thumbnail.jpg?w=137&#038;h=151" alt="kantong-semar.jpg" height="151" style="width:196px;height:253px;" />Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan <span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></a></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-2.jpg" title="kantong-semar-2.jpg"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.jpg" title="kantong-semar.jpg"></a></span>anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tumbuh.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tumbuh.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=116&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/26/kantong-semar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kantong-semar-1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kantong-semar.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGATASI ADENIUM BUSUK</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/17/mengatasi-adenium-busuk/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/17/mengatasi-adenium-busuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 06:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[TANAMAN HIAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[TIP MENGATASI BUSUK AKAR DAN BONGGOL PADA ADENIUM Awas …! Hati-hati bagi pemilik adenium pada saat ini. Hujan yang terus menerus bisa merusak tanaman anda. Hujan memang berkah bagi umat manusia. Karena dengan hujan tanaman akan bersemai dan tanah menjadi subur. Namun juga harus waspada dan hati-hati bagi pemilik tanaman gurun, seperti adenium dan sejenisnya.Coba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=114&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="judul1"><span style="font-size:11pt;color:blue;"><strong><font face="Arial"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/adenium-busuk-akar.jpg" title="adenium-busuk-akar.jpg"></a>TIP MENGATASI BUSUK AKAR DAN BONGGOL PADA ADENIUM</font></strong></span></span><span style="font-size:11pt;color:blue;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Awas …! Hati-hati bagi pemilik adenium pada saat ini. Hujan yang terus menerus bisa merusak tanaman anda. Hujan memang berkah bagi umat manusia. Karena dengan hujan tanaman akan bersemai dan tanah menjadi subur. Namun juga harus waspada dan hati-hati bagi pemilik tanaman gurun, seperti adenium dan sejenisnya.<span id="more-114"></span></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"><span class="judul1"><span style="font-size:11pt;color:blue;"><strong><font face="Arial"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/adenium-busuk-akar.jpg" title="adenium-busuk-akar.jpg"><img align="left" width="164" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/adenium-busuk-akar.thumbnail.jpg?w=164&#038;h=137" alt="adenium-busuk-akar.jpg" height="137" /></a></font></strong></span></span>Coba kita tengok dan amati adenium kita, bila daun banyak menguning, rontok dan batang terlihat layu, kemungkinan tanaman kita mengalami busuk akar hingga bonggol.</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Perlu diwaspadai, tanaman adenium memang rentan terhadap air. Saat ini hujun turun dengan curah yang sangat tinggi. Bila media tanam basah dan terlalu banyak menyimpan air yang berlebihan, kemungkinan tanaman kita akan menjadi busuk.</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Bila adenium anda mengalami hal tersebut, busuk akar sampai bonggol, jangan buru-buru dibuang. Masih ada jalan keluar. Bahkan bila anda merawatnya dengan benar dan jeli, kemungkinan adenium anda akan mempunyai bentuk yang artistik dan lebih indah. Dibawah ini adalh tip merawat adenium yang mengalami pembusukan akar hingga bonggol.</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><b></b></p>
<p><b>Langkah-langkah menangani adenium busuk akar dan bonggol</b></p>
<p></span></p>
<ul>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Cabut adenium dari potnya.</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Bersihkan dari tanah/ media yang menempel pada akar/ bonggol dengan cara dicuci pada air yang mengalir.</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Potong dengan pisau tajam/ cutter bonggol yang membusuk hingga hilang secara keseluruhan akar dan batang yang membusuk (bonggol busuk biasanya berair lebih banyak, warna kusam hingga hitam). Bila ada celup larutan fungisida.</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Keringkan dengan cara digantung hingga terkena sinar matahari penuh 2 hingga 4 hari sampai bekas sayatan menjadi kering dan mengeras.</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Raba bagian bekas sayatan/ potongan hingga terasa keras, kering dan tidak mengeluarkanair <span> </span>lagi</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Tanam kembali pada media kering sampai 2 hari ditempat teduh</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Setelah 2-4 hari siram media tanam dengan air secukupnya (jangan berlebihan)</span></div>
</li>
<li>
<div style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Tempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara tak langsung (missal ; dibawah paranet, teras rumah.</span></div>
</li>
</ul>
<p><b><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Pasca Penanaman Kembali</span></b></p>
<p><b><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"></span></b><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Setelah tanaman ditanam kembali jangan bingung bila adenium akan rontok daunnya. Bahkan kadang hanpir seluruh daun akan menguning dan rontok. Kadang juga akan muncul bunga pada ujung batang. Hal itu biasa.</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Penyiraman hanya bersifat memancing metabolisme. Pada saat tersebut tanaman sedang pada masa penyesuaian dan pemulihan. Jadi jangan berlebihan air. </span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Bila tunas-tunas baru telah muncul, berarti tanaman anda telah siap untuk ditempatkan kembali pada area yang bisa langsung terkena sinar matahari penuh.</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;">Semoga tip ini bermanfaat.</span><span style="font-size:10pt;color:maroon;font-family:Arial;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tumbuh.wordpress.com/114/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tumbuh.wordpress.com/114/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=114&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/17/mengatasi-adenium-busuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/adenium-busuk-akar.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adenium-busuk-akar.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUPUK GUANO DARI KOTORAN KELELAWAR</title>
		<link>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/13/pupuk-guano-dari-kotoran-kelelawar/</link>
		<comments>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/13/pupuk-guano-dari-kotoran-kelelawar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 02:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlol</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuh.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan kelelawar bagi kita sudah bukan binatang asing lagi. Mamalia dari ordo Chiroptera  yang bisa terbang ini memang mempunyai perbedaan dan kekhasan tersendiri disbanding binatang terbang lain, misalnya burung. Kelelawar mempunyai dua tangan layaknya binatang lain. Tangan yang digunakan untuk aktifitas memegang benda tersebut berkembang menjadi sayap. Kelelawar terbang dengan mengandalkan frekuensi suara.  Namun pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=111&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.gif" title="kelelawar"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.jpg" title="kelelawar.jpg"></a>Keberadaan kelelawar bagi kita sudah bukan binatang asing lagi. Mamalia dari ordo </span><b><span style="color:blue;font-family:Georgia;">Chiroptera</span></b><b><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><span>  </span></span></b><span style="color:maroon;font-family:Georgia;">yang bisa terbang ini memang mempunyai perbedaan dan kekhasan tersendiri disbanding binatang terbang lain, misalnya burung. <span id="more-111"></span>Kelelawar mempunyai dua tangan layaknya binatang lain. Tangan yang digunakan untuk aktifitas memegang benda tersebut berkembang menjadi sayap. Kelelawar terbang dengan mengandalkan frekuensi suara.</span></font><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3"> </font></span></p>
<p><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"></span><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3"><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.gif" title="kelelawar"><img align="left" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.thumbnail.gif?w=450" alt="kelelawar" /></a></span>Namun pada tulisan kali ini bukan masalah gelombang suara yang akan kita bincangkan. Biarlah masalah gelombang suara dibahas oleh ahlinya. Kita akan membincangkan sisi lain dari kelelawar yang terlupakan namun kalau mau kita manfaatkan tentu akan mendatangkan manfaat yang besar.</font></span><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3"> </font></span></p>
<p><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"></span><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3">Keberadaan kelelwar bagi ekosistem memang tidak bisa kita pandang sebelah mata. Lihatlah pada keseimbangan alam dinegeri kita tercinta ini. Kelelawar mempunyai peranan yang sangat penting. Hamper setiap malam kelelawar mencari makan dari buah-buahan dan dari buah-buahan yang dimakan tersebut kelelawar memancarkan biji-biji buah tersebut keberbagai lokasi yang jaraknya berkilo-kilo meter. Sebagai penyerbuk tanaman yang bernilai ekonomis, mulai dari jambu, duwet, ace, petai, kapuk, keluwih, cendana dan lain sebagainya.</font></span><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3"> </font></span></p>
<p><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"></span><font size="3"><span style="color:maroon;font-family:Georgia;">Satu lagi yang tak kalah hebatnya. Kotoran kelelawar ternyata juga menjadi pupuk yang <span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.gif" title="kelelawar"></a><a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.jpg" title="kelelawar.jpg"><img align="right" src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.thumbnail.jpg?w=450" alt="kelelawar.jpg" /></a></span>sangat bagus. Karena kotoran kelelawar khususnya yang hidup digua-gua yang ada di Indonesia mengandung senyawa organik. Kotoran kelelawar yang dalam dunia pertanian disebut </span><i><span style="color:blue;font-family:Georgia;">pupuk guano </span></i><span style="color:maroon;font-family:Georgia;">mengandung nitrogen, fosfor dan potassium sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar dan pembuangan serta kekuatan batang tanaman. Kotoran kelelwar yang sudah mengendap lama dalam dasar gua akan bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk seperti inilah yang saat ini sedang dicari sebagai pengganti pupuk dari bahan kimia. Selain lebih ramah lingkungan juga tidak mengandung efek lain yang ditimbulkan.</span></font><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3"> </font></span><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"><font size="3">Anda ingin mencoba. Saat ini telah banyak tersedia dipasaran khususnya di tempat penjual tanaman hias dan pupuk di kota anda.</font></span><span style="color:maroon;font-family:Georgia;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tumbuh.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tumbuh.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tumbuh.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tumbuh.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tumbuh.wordpress.com&amp;blog=1100472&amp;post=111&amp;subd=tumbuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuh.wordpress.com/2008/03/13/pupuk-guano-dari-kotoran-kelelawar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f964e3a592a3adbb9d661b02a01cf30?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kelelawar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelelawar.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
