ALAM PERAWAN

Ngarai Kalipanur yang berpadu air terjunJam tangan mmenunjukkan angka 10.30 wib, saat rombongan kru tumbuh meninggalkan Kota Semarang. Tujuan utama rombongan adalah lereng gunung Telomoyo yang berada di kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Satu setengah jam perjalanan bus yang penuh tersebut. Mendekati Lokasi Wisata Kopeng yang tinggal berjarak 3 km, pak sopir membelokkan arah bus ke Barat. Ini berarti telah memasuki lereng gunung Telomoyo.

kalipancur-01.jpgLima belas menit kemudian bus telah berubah haluan, dari lereng gunung Merbabu pindah memasuki lereng Gunung Telomoyo. Angin kencang berhembus terasa dingin merasuki tulang. Hawa sejuk merupakan ciri khas wisata kami.

Dan ketika bus berhenti diparkir yang sederhana. Rombongan disambut mas Eko, Remaja desa Kalipancur. Selanjutnya kami dibimbing menuju arah air terjun yang berjarak 500 meter dari tempat bus parkir.

Saat menuruni anak tangga dari beton yang di cor rapi, kami sungguh takjub. Beginilah kebesaran Tuhan. Ngarai yang landai, disejajarnya terbentang  batu cadas yang menjulang tinggi. Air Terjun kalipancur yang mengalir deras bak bentangan  kapas yang jatuh dari ketinggian sekitar 150 m. Disebelah utara terlihat ngarai yang panjang dengan latar belakang danau alam rawa Pening semakin menambah indahnya pemandangan.

Alam masih perawan, berbagai tumbuhan ada disana, baik yang sengaja ditanam dan dipelihara maupun tumbuhan liar.

Setelah 10 menit berjalan menuruni bukit, sampaialah kami di pusat hempasan air terjun. Begitu segar dan sejuk saat air membasahi tubuh. tak peduli disana ada beberapa pasang mda mudi yang asyik bercengkarama. Yang penting mandi air bersih dari sejuknya alam perawan

2 Balasan ke ALAM PERAWAN

  1. Sutjito Hadi Sudarmo mengatakan:

    Indahnya, cantik lagi nyamannya alam kita yang masih perawan, mudah-mudahan kita pun mau memelihara alam kususnya di lingkungan rumah sendiri walaupun yang sudak tidak perawan lagi alias nenek-nenek yang punya banyak anak, banyak cucu bahkan cicit tapi tetep kita sayangi demi menjaga keseimbangan alam tak lain dan tak bukan untuk diri sendir, anak/cucu kita . http://picasa.google.com

  2. Sutjito Hadi Sudarmo mengatakan:

    Indahnya, cantik lagi nyamannya alam kita yang masih perawan, mudah-mudahan kita pun mau memelihara alam kususnya di lingkungan rumah sendiri walaupun yang sudak tidak perawan lagi alias nenek-nenek yang punya banyak anak, banyak cucu bahkan cicit tapi tetep kita sayangi demi menjaga keseimbangan alam tak lain dan tak bukan untuk diri sendir, anak/cucu kita . http://picasaweb.google.com/hadisudarmo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: